ScreenNewsBogor.com, Bogor Tengah, Kota Bogor – Setelah menghilang selama bertahun-tahun, salah satu tanaman paling langka dan fenomenal di dunia akhirnya kembali menampakkan diri di Kebun Raya Bogor.
Bunga bangkai raksasa, Amorphophallus titanum, kembali tumbuh—seolah bangkit dari tidur panjangnya—dan diperkirakan akan segera mekar sempurna dalam waktu dekat.
Keberadaan tanaman ikonik ini pertama kali terungkap saat tim koleksi Kebun Raya Bogor melakukan pendataan rutin.
Di luar dugaan, tunas raksasa tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cepat dan kondisi yang sangat sehat, memicu antusiasme para peneliti dan pengelola.
GM Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, menyebut kemunculan bunga bangkai ini sebagai momen langka yang patut disyukuri.
“Bunga ini tidak hadir setiap tahun. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, siklus mekarnya bisa mencapai enam tahun sekali,” ujar Zaenal.
Saat ini, tinggi bunga bangkai telah menembus angka satu meter. Jika cuaca dan kondisi lingkungan tetap mendukung, bunga raksasa ini diperkirakan akan mekar penuh dalam kurun waktu sepuluh hari ke depan—menjadi tontonan alam yang ditunggu-tunggu sekaligus pengingat akan keajaiban biodiversitas Indonesia.
Bunga bangkai dengan nama latin Amorphophallus titanum pertama kali diketahui dua hari lalu.
Saat itu tim koleksi tengah melakukan sensus tanaman di Kebun Raya Bogor.
Zaenal Arifin, mengaku bersyukur atas tumbuh kembalinya tanaman langka tersebut.
“Kalau dilihat dari siklusnya itu sekitar enam tahun sekali bunga itu mekar dengan sempurna,” kata Zaenal.
Tinggi bunga bangkai saat ini sudah mencapai satu meter. Dalam sepuluh hari kedepan, tumbuhan tersebut sudah bisa mekar secara sempurna.
Tinggi maksimal bunga bangkai bisa mencapai tiga meter lebih. Kondisi ini seperti halnya yang terjadi pada tahun 2020 silam.
“Sementara di Kebun Raya Cibodas bisa tumbuh lebih dari tiga meter karena cuaca disana cukup bagus,” terang Zaenal kepada Radar Bogor, Senin 26 Januari 2026.
Saat sudah mekar sempurna pengunjung dipastikan bisa melihat secara langsung. Hanya saja pihak manajemen akan menjaga jarak pandangnya.
Sementara itu, Tim Pemelihara Koleksi Mitra Natura Raya Dendy mengatakan proses pertumbuhan bunga bangkai harus melalui beberapa fase.
Pertama yaitu fase dorman. Pada tahapan ini umbi mengalami fase istirahat di bawah tanah. Proses ini yang durasi waktunya tidak bisa diketahui.
“Kalau ini suda fase generatif. Di fase ini dia ada proses profuksi dari fase jantan dan betina yang disebutnya thermogenesis,” jelasnya.
Untuk mempercepat pertumbuhan, cuaca memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Jika kontur tanah terlalu lembab ini bakal mengganggu prosesnya.
“Nah kan kalua sekarang ada kombinasi. Meski sering hujan tapi ada panasanya juga. Cuaca seperti ini dimungkinkan untuk tumbuh lebih cepat,” terang Dandy.
Bagi pengunjung yang ingin melihat, lokasi bunga bangkai sendiri berada tak jauh dari area Air Kahuripan. Hanya saja posisinya berada di kawasan tebingan













