• Hubungi Kami
  • Redaksi
Sabtu, Juni 13, 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
screennewsbogor
  • Login
  • Citynews
  • Megacities
  • Storyline
No Result
View All Result
  • Citynews
  • Megacities
  • Storyline
No Result
View All Result
screennewsbogor
No Result
View All Result

Harga Cabai Di Bekasi Semakin Menyala,

Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi serta faktor cuaca.

Desember 16, 2025
in Megacities
0
Harga Cabai Di Bekasi Semakin Menyala,

CIBITUNG – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah komoditas sayur-mayur di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengalami kenaikan signifikan, khususnya cabai dan bawang merah.

BACA JUGA :

Sejarah, Menlu RI Mundur Karena As Pernah Terjadi di Indonesia

Sejarah, Menlu RI Mundur Karena As Pernah Terjadi di Indonesia

April 16, 2026

Enam Titik di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, Tiga Kecamatan Terdampak

Januari 13, 2026
Terapis Muda, Cantik Di Dalam Kamar Indekos Bikin Geger

Terapis Muda, Cantik Di Dalam Kamar Indekos Bikin Geger

Januari 9, 2026

Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi serta faktor cuaca.

Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman menyampaikan, sejak awal November hingga Desember terjadi lonjakan harga cabai dan bawang merah akibat pasokan yang menurun.

Bawang merah yang biasanya dipasok dari beberapa daerah seperti Brebes, Malang, dan wilayah lainnya, saat ini hanya mengandalkan pasokan dari Brebes.

“Kondisi pasokan berkurang. Untuk bawang merah, hari ini hanya dari Brebes saja. Begitu juga dengan cabai rawit, pasokannya menurun sejak awal Desember,” ujarnya saat ditemui di Kantor UPTD Pasar Induk Cibitung, pada Senin (15/12/2025).

Rahman menjelaskan, harga cabai rawit merah yang pada kondisi normal berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp70 ribu bahkan mendekati Rp80 ribu per kilogram.

Sementara cabai keriting yang biasanya dijual Rp30 ribu–Rp35 ribu per kilogram, kini berada di kisaran Rp65 ribu.

Menurutnya, faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga. Curah hujan tinggi di awal Desember membuat proses panen atau petikan cabai berkurang, terutama di daerah perbukitan yang rawan longsor.

Selain itu, cabai yang dipanen berisiko cepat busuk jika tidak segera terjual.

“Kondisi ini hampir setiap tahun terjadi saat Natal dan Tahun Baru. Namun dibanding tahun lalu, kenaikan harga sekarang masih lebih rendah. Tahun kemarin harga cabai rawit merah sempat tembus hampir Rp100 ribu per kilogram,” katanya.

Ia menambahkan, di tingkat pasar eceran atau pasar tradisional, harga bisa lebih tinggi dari Pasar Induk.

Jika di Pasar Induk mencapai Rp70 ribu, maka di pasar eceran dapat menyentuh Rp80 ribu per kilogram.

Terkait kondisi tersebut, pihak UPTD Pasar Induk Cibitung mengaku rutin melakukan pendataan dan melaporkan perkembangan harga setiap hari kepada Dinas Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pangan, serta Satgas Pangan.

“Kami laporkan kondisi lapangan agar ada langkah atau solusi dari pemerintah untuk menekan kenaikan harga, supaya tidak berkepanjangan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Cibitung, Fahir, mengungkapkan bahwa kenaikan harga berdampak langsung pada menurunnya daya beli. Penjualan cabai yang biasanya mencapai sekitar 20 kilogram per hari, kini hanya sekitar 10 kilogram.

“Daya beli turun karena harga melonjak. Pelanggan terbesar biasanya dari katering, kalau rumah tangga beli sedikit-sedikit,” katanya.

Ia mengaku, dalam kondisi harga tinggi seperti sekarang, keuntungan hampir tidak ada. Pedagang hanya berusaha memutar modal agar usaha tetap berjalan.

“Kalau dibilang untung, enggak ada. Yang ada cuma muter uang,” ujarnya.

Baik pengelola pasar maupun pedagang berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Mereka menilai kenaikan harga yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Tags: Berita bekasiberita terkiiicabai di bekasi naikHarga cabai naikharga cabai semakin menyalaharga cabai semakin pedanscreen news bogorScreennewsbogor
Admin

Admin

Next Post
Terindikasi Jadi Sarang Prostitusi, Pemkab Bekasi Ratakan Bangunan Di Bantaran Kalimalang

Terindikasi Jadi Sarang Prostitusi, Pemkab Bekasi Ratakan Bangunan Di Bantaran Kalimalang

Imas Ungkap Harga Cabai Dicianjur Semaki Menyala dan Pedas

Imas Ungkap Harga Cabai Dicianjur Semaki Menyala dan Pedas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Hubungi Kami
  • Redaksi

© 2025 SCREENNEWSBOGOR

No Result
View All Result
  • Citynews
  • Megacities
  • Storyline

© 2025 SCREENNEWSBOGOR

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In