ScreenNewsBogor.com, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor – Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor terus melakukan penghijauan besar besaran di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Seperti diketahui peristiwa bencana alam yang terjadi beberapa tahun lalu di Kawasan Puncak Cisarua harusnya menjadi early warning bagi semua pemangku kebijakan baik tingkat daerah, provinsi maupun pusat.
Proses bisnis yang tidak mementingkan kepada aspek ekologi harus sudah direndam di kawasan hulu Puncak. Aspek sosial maupun ekonomi harus bersama-sama melestarikan alam namun tetap berdampak pada peningkatan ekonomi.
Dalam buku Isu Dan Aksi di Kawasan Puncak dalam perspektif ekologi dan sosial yang ditulis dan disusun oleh para pakar, ahli dan guru besar IPB University yakni Ernan Rustiadi, Arief Rahman, Siti Wulandari, Setyardi Pratika Mulya menyebutkan secara gamblang berbagai kajian dan riset sesta data lapangan terkait kondisi kawasan puncak.
Dalam buku tersebut dituliskan Debit aliran sungai mengalami penurunan minimum pada umumnya terjadi pada bulan Agustus dan maksimum pada bulan Januari.
Di sepanjang tahunnya debit rata-rata minimum berada antara 0,610–20,610 – 7,658 m³/detik dan maksimum 23,320–261,790 m³/detik (Pusdatin Sumber Daya Air, 2017).
Upaya pencegahan terus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bogor bekerja sama dengan BNPB melalui program penghijauan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Kegiatan ini mencakup Sungai Ciliwung, Cisadane, dan Cileungsi, dengan fokus besar di wilayah Puncak.
Damar Adi Hartaji, Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa penanaman dilakukan serentak pada November 2025.
“Sebanyak 11 ribu bibit pohon kita tanam kemarin dilaksanakan serentak di empat provinsi, dengan Bogor menjadi lokus Jawa Barat,” ujarnya
Selain penghijauan, BPBD juga memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan kelompok Desa Tangguh Bencana di setiap kecamatan. Koordinasi dilakukan mulai dari Cisarua, Megamendung hingga Ciawi untuk memastikan masyarakat mendapat peringatan cepat saat terjadi cuaca ekstrem atau potensi bahaya lainnya
“Biasanya kejadian longsor itu karena alih fungsi lahan. Yang tadinya ada pohon, sekarang berubah jadi kebun sayur atau permukiman, itu yang membuat tanah tidak kuat mengikat,” jelasnya.
Karena itu, ia menerangkan penanaman pohon dinilai memiliki persentase kontribusi besar dalam mencegah longsor maupun banjir.
BPBD juga menggandeng pelaku usaha, termasuk PHRI, untuk ikut menjaga lingkungan. Beberapa hotel di sepanjang DAS Ciliwung di Puncak, salah satunya Enchanting Valley, telah turut menanam pohon sebagai bagian dari komitmen jangka panjang menahan laju kerusakan lingkungan.
Damar mengimbau masyarakat lebih peduli terhadap kondisi sekitarnya, terutama yang tinggal di dataran tinggi.
“Yang pasti harus peduli dengan lingkungan, jangan mudah menebang pohon, dan mulai melakukan penanaman kembali,” tandasnya.












