• Hubungi Kami
  • Redaksi
Sabtu, Januari 24, 2026
screennewsbogor
  • Login
  • Citynews
  • Megacities
  • Storyline
No Result
View All Result
  • Citynews
  • Megacities
  • Storyline
No Result
View All Result
screennewsbogor
No Result
View All Result
Home Megacities

Harga Cabai Di Bekasi Semakin Menyala,

Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi serta faktor cuaca.

Desember 16, 2025
in Megacities
0
Harga Cabai Di Bekasi Semakin Menyala,
8
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on TelegramShare on lineShare on Wechat

CIBITUNG – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah komoditas sayur-mayur di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengalami kenaikan signifikan, khususnya cabai dan bawang merah.

BACA JUGA :

Enam Titik di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, Tiga Kecamatan Terdampak

Januari 13, 2026
Terapis Muda, Cantik Di Dalam Kamar Indekos Bikin Geger

Terapis Muda, Cantik Di Dalam Kamar Indekos Bikin Geger

Januari 9, 2026
Imas Ungkap Harga Cabai Dicianjur Semaki Menyala dan Pedas

Imas Ungkap Harga Cabai Dicianjur Semaki Menyala dan Pedas

Desember 16, 2025

Kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi serta faktor cuaca.

Staf Operasional Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) UPTD Pasar Induk Cibitung dan Sukatani, Abdul Rahman menyampaikan, sejak awal November hingga Desember terjadi lonjakan harga cabai dan bawang merah akibat pasokan yang menurun.

Bawang merah yang biasanya dipasok dari beberapa daerah seperti Brebes, Malang, dan wilayah lainnya, saat ini hanya mengandalkan pasokan dari Brebes.

“Kondisi pasokan berkurang. Untuk bawang merah, hari ini hanya dari Brebes saja. Begitu juga dengan cabai rawit, pasokannya menurun sejak awal Desember,” ujarnya saat ditemui di Kantor UPTD Pasar Induk Cibitung, pada Senin (15/12/2025).

Rahman menjelaskan, harga cabai rawit merah yang pada kondisi normal berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, kini melonjak hingga Rp70 ribu bahkan mendekati Rp80 ribu per kilogram.

Sementara cabai keriting yang biasanya dijual Rp30 ribu–Rp35 ribu per kilogram, kini berada di kisaran Rp65 ribu.

Menurutnya, faktor cuaca menjadi penyebab utama kenaikan harga. Curah hujan tinggi di awal Desember membuat proses panen atau petikan cabai berkurang, terutama di daerah perbukitan yang rawan longsor.

Selain itu, cabai yang dipanen berisiko cepat busuk jika tidak segera terjual.

“Kondisi ini hampir setiap tahun terjadi saat Natal dan Tahun Baru. Namun dibanding tahun lalu, kenaikan harga sekarang masih lebih rendah. Tahun kemarin harga cabai rawit merah sempat tembus hampir Rp100 ribu per kilogram,” katanya.

Ia menambahkan, di tingkat pasar eceran atau pasar tradisional, harga bisa lebih tinggi dari Pasar Induk.

Jika di Pasar Induk mencapai Rp70 ribu, maka di pasar eceran dapat menyentuh Rp80 ribu per kilogram.

Terkait kondisi tersebut, pihak UPTD Pasar Induk Cibitung mengaku rutin melakukan pendataan dan melaporkan perkembangan harga setiap hari kepada Dinas Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pangan, serta Satgas Pangan.

“Kami laporkan kondisi lapangan agar ada langkah atau solusi dari pemerintah untuk menekan kenaikan harga, supaya tidak berkepanjangan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Cibitung, Fahir, mengungkapkan bahwa kenaikan harga berdampak langsung pada menurunnya daya beli. Penjualan cabai yang biasanya mencapai sekitar 20 kilogram per hari, kini hanya sekitar 10 kilogram.

“Daya beli turun karena harga melonjak. Pelanggan terbesar biasanya dari katering, kalau rumah tangga beli sedikit-sedikit,” katanya.

Ia mengaku, dalam kondisi harga tinggi seperti sekarang, keuntungan hampir tidak ada. Pedagang hanya berusaha memutar modal agar usaha tetap berjalan.

“Kalau dibilang untung, enggak ada. Yang ada cuma muter uang,” ujarnya.

Baik pengelola pasar maupun pedagang berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat, terutama menjelang hari besar keagamaan. Mereka menilai kenaikan harga yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

Post Views: 48
Tags: Berita bekasiberita terkiiicabai di bekasi naikHarga cabai naikharga cabai semakin menyalaharga cabai semakin pedanscreen news bogorScreennewsbogor
ShareTweetSendShareShareShare
Admin

Admin

Related Posts

Terindikasi Jadi Sarang Prostitusi, Pemkab Bekasi Ratakan Bangunan Di Bantaran Kalimalang
Megacities

Terindikasi Jadi Sarang Prostitusi, Pemkab Bekasi Ratakan Bangunan Di Bantaran Kalimalang

Desember 16, 2025
Dedi Mulyadi Akan Buat Pangandaran Melesat Melebihi Bali
Megacities

Dedi Mulyadi Akan Buat Pangandaran Melesat Melebihi Bali

Desember 16, 2025
Trans Jakarta Akan Perluas Trayek Di Bogor Akan Terintegrasi Dengan Feeder Biskita
Megacities

Trans Jakarta Akan Perluas Trayek Di Bogor Akan Terintegrasi Dengan Feeder Biskita

Desember 12, 2025
1000 Personel Akan Diturunkan Amankan Jalur Puncak Cisarua, Saat Natal Dan Tahun Baru
Citynews

1000 Personel Akan Diturunkan Amankan Jalur Puncak Cisarua, Saat Natal Dan Tahun Baru

Desember 11, 2025
Geger, Warga Temukan Perempuan Paruh Baya Tak Bernyawa Di Gunung Putri Bogor Dengan Tangan Terikat
Citynews

Misteri Perempuan Paruh Baya di Gunung Putri Terungkap, Identitas Korban Diketahui Pelaku Pembunuhan Terus Diburu

Desember 10, 2025
1000 Angklung Dimainkan Saat Hari Jadi Goalpara Tea Park
Megacities

1000 Angklung Dimainkan Saat Hari Jadi Goalpara Tea Park

Desember 9, 2025
Next Post
Terindikasi Jadi Sarang Prostitusi, Pemkab Bekasi Ratakan Bangunan Di Bantaran Kalimalang

Terindikasi Jadi Sarang Prostitusi, Pemkab Bekasi Ratakan Bangunan Di Bantaran Kalimalang

Imas Ungkap Harga Cabai Dicianjur Semaki Menyala dan Pedas

Imas Ungkap Harga Cabai Dicianjur Semaki Menyala dan Pedas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Mengolah Pakan, Merawat Lingkungan, Cerita dari IPB University di Desa Karacak Ciptakan Feternak

Mengolah Pakan, Merawat Lingkungan, Cerita dari IPB University di Desa Karacak Ciptakan Feternak

Januari 16, 2026

Enam Titik di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir, Tiga Kecamatan Terdampak

Januari 13, 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Film Qorin 2 Sudah Tayang, Horornya Tentang Peristiwa Bullying

    Film Qorin 2 Sudah Tayang, Horornya Tentang Peristiwa Bullying

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Trans Jakarta Akan Perluas Trayek Di Bogor Akan Terintegrasi Dengan Feeder Biskita

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Menelusuri Jejak Sang Pemula di Bogor, Rumah Bajened Di Empang Jadi Saksi Bisu

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • [PART 1] Perjalanan Kemanusiaan Jurnalis Metropolitan Reportase di Tapal Batas Sumatera

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pesona Curug di Jawa Barat, 16 Air Terjun Ada di Bogor Jadi Daya Tarik Wisata Alam

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
screennewsbogor

  • Hubungi Kami
  • Redaksi

© 2025 SCREENNEWSBOGOR

No Result
View All Result
  • Citynews
  • Megacities
  • Storyline

© 2025 SCREENNEWSBOGOR

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In