ScreenNewsBogor.com, Tenjo, Kabupaten Bogor – Pedagang di pasar Tenjo mengeluhkan terkait akses infrastruktue yang dibangun pemerintah malah menurunkan tingkat perekonomian.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bogor membuat flyover dan JPO Tenjo sebagaik uoaya mengurai kemacetan.
namun faktanya perekonomian berdampak besar atas dibangunya flyover tersebut.
Sejumlah pedagang mengaku pendapatan mereka turun drastis karena jumlah pengunjung pasar tradisional tersebut menyusut tajam.
“Sekarang jualan di pasar sepi. Jauh banget perbedaannya saat belum ada flyover. Kalau kondisi terus sepi, pedagang rugi dan bisa bangkrut,” ujar Nde, salah seorang pedagang Pasar Tenjo
Sebelum flyover dan JPO dibangun, akses menuju Pasar Tenjo dapat ditembus langsung dari berbagai arah. Kini, akses tersebut terhalang sehingga warga harus memutar jauh.
“Terus akses jalan yang di bawah menuju Pasar Tenjo juga ditutup. Otomatis akses ke pasar makin sulit. Makanya sekarang banyak pedagang keluar pasar,” tambahnya.
Pengelola Pasar Tenjo yang berada di bawah Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor turut membenarkan kondisi tersebut. Supriatna, staf pengelola Pasar Tenjo, mengatakan penurunan jumlah pembeli memang terasa sejak flyover dan JPO resmi dibuka.
Ia juga mengakui banyak pengunjung enggan datang karena akses menuju pasar semakin terbatas.
“Mobil-mobil pemasok barang dan pedagang lintas pasar tidak bisa melewati flyover. Lalu jalan di bawah ditutup, jadi pembeli malas memutar jauh,” ungkapnya.
Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima di sekitar jembatan dan area sebelum pasar juga dinilai mengurangi minat pengunjung untuk masuk ke dalam pasar.
“Seharusnya dipikirkan juga nasib masyarakat, terutama pedagang Pasar Tenjo, agar pasar bisa kembali ramai. Kalau kondisi ini dibiarkan, pedagang semakin dirugikan,” tegasnya.
Keluhan para pedagang yang merupakan bagian dari BUMD Pemkab Bogor ini menggambarkan sisi lain dari dampak pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Tenjo.












