ScrenNewsBogor.com, Bogor Tengah, Kota Bogor – Tirto Adhi Soerjo disebut sebagai tokoh sang pemula dalam buku yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer (PAT).
Bukan tanpa sebab, perjalanan Tirto Adhi Soerjo yang menjadi inisiator menjadi sabab musabab dan asal muasal pencetusan tokoh Sang Pemula.
Menelusuri Jejak Sang Pemula Tirto Adhi Soerjo yang merupakan tokoh pers dan juga pahlawan nasional yang menginisiasi lahirnya Sarekat Dagang Islam atau SDI bersama keluarga Bajened ini lahir dari Bogor.
Tempat Tirto merumuskan, berdiskusi dan mencurahkan berbagai pemikirannya pun masih berdiri kokoh.
Rumah Bajened Empang yang berada di sisi kanan Alun-alun Empang Bogor ini menyimpan cerita tersendiri.
Saat memasuki ruang tengah yang menjadi tempat berkumpulnya Tirto bersama Badjened terasa sekali atmosfer perjuangan.
Penanggung Jawab Jalan Pagi Sejarah Abdullah Abubakar batarfie mengatakan jejak Tirto Adhi Soerjo tersimpan teguh di Bogor.
“Rumah Bajened ini tempat Tirto merumuskan SDI bersama saudagar Arab di Empang, keluarga Badjenet. Dan rumah ini adalah rumah Badjenet. Dan sebagai titik terakhir, karena seperti yang didalam buku Sang Pemula dan beberapa buku lain yang ditulis Pramoedya Ananta Toer, fragment tentang pembentukan syarikat dagang Islamiyah bersama saudagar Arab itu adalah keluarga Badjenet,” ujarnya.
Rumah yang sudah berdiri sejak 1924 dan dimana dulu Tirto bertumbuh bersama saudagar Arab dan tokoh-tokoh pribumi yang lain, tat kala melahirkan syarikat dagang Islamiyah sebagai tonggak kebangkitan nasional pertama
di Indonesia.
“Yang akan kita kenal ada SDI Samanhudi di Surakarta yang didirikan oleh Haji Samanhudi di Laweyan. Sebelum itu, Tirto yang telah menggagas lebih dahulu pada 5 Mei 1909. Karena SDI yang di Solo itu adalah transformasi dari perkumpulan Reksoru-Mekso yang ketika bergabung dan berubah menjadi SDI itu pada tahun 1912. Jadi kita sepakat dengan apa yang ditulis oleh Pramoedya Ananta Toer bahwa Tirto ditokohkan sebagai sang pemula,” ucapnya.
Di rumah Badjened ini pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana ketika Tirto berembuk duduk di dalam, duduk dengan saudagar-saudagar Badjened itu di rumah ini.
“Jadi harapan kita dengan dikunjunginya rumah ini apalagi didukung dengan kehadiran pak wali kedepannya pihak keluarga akan tetap melestarikan rumah ini sebagai rumah peninggalan bersejarah. Karena kan kita berharap bangunan-bangunan bersejarah yang tersebar banyak di kota Bogor ini kan ada juga yang hilang. Karena dibongkar, berubah fungsi menjadi apapun itu ya. Dan kita berharap rumah ini tidak berubah. Kita berharap menjadi ingatan kolektif teman-teman yang memang concern pada sejarah untuk selalu ingat dengan rumah ini. Bahwa di rumah inilah bukan hanya sekedar rumah heritage, tapi di rumah ini juga pernah muncul gagasan besar yaitu lahirnya sarekat dagang Islam,” tukasnya.







![[PART 1] Perjalanan Kemanusiaan Jurnalis Metropolitan Reportase di Tapal Batas Sumatera](https://screennewsbogor.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG-20251217-WA0091-350x250.jpg)




